Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Kedua > Jilid Keempat: Fikih-Bersuci > Karakter bawaan yang dikaruniakan Allah kepada manusia > Rambut Lelaki dan Wanita > Merapikan bulu alis

Pertanyaan pertama dari fatwa nomor16406
Pertanyaan 1: Bagaimana hukum merapikan bulu alis? terutama bagi perempuan yang ingin berhias untuk suami atau tunangannya dan ia diminta untuk melakukan itu, atau mungkun juga tanpa permintaan siapa-siapa. Ia hanya ingin berhias terlebih ketika alisnya panjang dan berwarna hitam tebal, bulunya panjang dan lebat bahkan hampir-hampir kedua alisnya bertemu.
Jawaban 1: Tidak boleh seorang perempuan menghilangkan alisnya baik itu dengan memotong, mencabut maupun mencukur berdasarkan sabda Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam Allah melaknat wanita-wanita yang mencukur (menipiskan) alis dan yang meminta dicukur.
( Nomor bagian 4; Halaman 66)
An-namishah dalam hadis ini adalah wanita yang menghilangkan bulu alisnya, sedangkan al-mutanammishah adalah wanita yang meminta untuk dihilangkan bulu alisnya. Mencukur alis tidak termasuk dalam kategori berhias, bahkan sebaliknya, hanya merusak dan mengubah ciptaan Allah. Jika suaminya menyuruhnya, ia tidak boleh melakukannya karena itu merupakan bagian dari maksiat, dan tidak ada ketaatan kepada makhluk untuk mendurhakai sang Khalik. Wajib bagi para suami untuk bertaqwa kepada Allah serta tidak menyuruh istri-istri mereka untuk bermaksiat kepada Allah.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Anggota Anggota Anggota Wakil Ketua Ketua
Bakar Abu Zaid Shalih al-Fawzan Abdul Aziz Alu asy-Syaikh Abdullah bin Ghadyan Abdurrazzaq `Afifi Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya