Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Kedua > Jilid ketujuh: Fikih – Salat (3) > Larangan-larangan dalam salat > Pembatasan waktu salat untuk tentara

Pertanyaan Kedua dari Fatwa Nomor15260
( Nomor bagian 7; Halaman 197)
Pertanyaan 2: Pimpinan militer mengatur waktu pelaksanaan salat selama bekerja di lapangan sesuai dengan urutan sebagai berikut:
A- a- Batas waktu salat dari 10-15 menit, seperti jumlah ganda sekelompok personil pergi salat. Setelah kelompok personil ini selesai melaksanakan salat, kemudian secara sendiri-sendiri giliran yang lain diizinkan melakukan salat dengan lama waktu sama dengan kelompok sebelumnya.
Jawaban: A: Jika hitungan menit yang disebutkan hanya waktu untuk melaksanakan salat maka lima belas menit itu sudah cukup untuk menunaikan salat fardu dan salat sunatnya. Adapun jika waktu tersebut dimaksudkan untuk melakukan salat dan berwudu maka waktu harus ditambah menitnya sesuai dengan lama wudu. Dan seharusnya semua personil melakukan salat secara berjamaah, kecuali jika pembagian ini diatur untuk keperluan keamanan.
b- Pimpinan melarang personil pergi salat hanya karena masuknya waktu salat saat terdengar azan.
Jawaban: b- Apabila perginya mereka sesuai kenyataan pada pertanyaan, hal itu akan menganggu pekerjaan wajib sehingga mereka akan melarang pergi salat kecuali sudah dekat waktu iqamah. Adapun jika hal itu tidak akan menganggu tugas wajib maka mereka tidak akan melarangnya.
c- Sebagian personil mengusulkan saat azan untuk pergi ke masjid dan meninggalkan pekerjaannya agar dapat membaca al-Quran, kemudian menunaikan salat dan mendengar ceramah agama jika ada. Pimpinan membatasi waktu wajib bagi personil untuk berhenti dari pekerjaan guna melakukan salat, dan ini artinya tidak memberikan kesempatan untuk menetap di masjid dalam waktu lama.
Jawaban: c- Jawabannya seperti yang sebelumnya.
( Nomor bagian 7; Halaman 198)
d- Pada hari Jumat pimpinan tidak mengizinkan setiap personil untuk pergi ke masjid kecuali jika telah iqamah, meskipun adanya kemungkinan bagi mereka untuk berada di tempat yang dekat dengan masjid untuk mendengarkan khutbah, namun mereka harus tetap siaga dengan alat komunikasi nirkabel (walkie-talkie). Dan mereka dituntut untuk cepat bergerak mengkomunikasikan jika ada laporan kriminal, dan bisa jadi urusan itu akan berdempetan waktunya dengan waktu salat, dan ini artinya mereka tidak bisa melakukan salat secara berjamaah.
c- d: Tidak ada larangan untuk memberlakukan peraturan ini jika ada kebutuhan menghendaki hal itu.
e- Kadang beberapa personil mengangkat orang yang tertimpa kecelakaan atau kasus-kasus penting yang memaksa mereka untuk menunda salat, baik karena mereka sibuk dengan urusan-urusan orang yang tertimpa kecelakaan maupun hal-hal penghalang lain. Apakah mereka boleh menunda salat atau mereka berdosa?
c- e: Tidak ada larangan pada apa yang Anda sebutkan jika keadaan darurat menghendakinya.
f- Kadang-kadang satuan tim meliputi jadwal perjalanan prosesi kerajaan, atau tamu-tamu penting negara, dan karena takut serangan teroris atau ancaman keamanan maka para personil jadi terlambat melakukan salat. Apakah mereka berdosa?
Jawaban: f- Mereka harus salat pada waktunya, walaupun salat sendiri-sendiri di tempat penjagaan jika mereka tidak dapat salat secara berjamaah dikarenakan tugas yang dipikulkan atas mereka, sesuai yang dijelaskan pada pertanyaan, berdasarkan firman Allah Ta'ala Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu.
( Nomor bagian 7; Halaman 199)
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Anggota Wakil Ketua Ketua
Abdul Aziz Alu asy-Syaikh Shalih al-Fawzan Abdurrazzaq `Afifi Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya