Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Pertama > Jilid Ketiga: Akidah (3) > Macam-macam Syafaat > Syafaat Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Terdapat di Dalam Al-Quran

( Nomor bagian 3; Halaman 470)
Halaman Kosong
( Nomor bagian 3; Halaman 471)

Macam-macam Syafaat

( Nomor bagian 3; Halaman 472)
Pertanyaan Keenam dari Fatwa Nomor:9184
Pertanyaan 6: Bagaimana cara Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam meminta syafaat kepada Allah untuk umat beliau di hari kiamat kelak? Dan bagaimana juga para sahabat, orang-orang saleh dan para malaikat memberi syafaat kepada para pelaku dosa? Hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam: Syafaatku untuk para pelaku dosa besar dari kalangan umatku Apakah sanadnya shahih? Jika hadits ini shahih, apa maknanya?
Jawaban 6: Syafaat dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan orang-orang saleh dijelaskan dalam Al-Quran. Terdapat hadits-hadits shahih yang menafsirkan ayat tentang syafaat yang disebutkan dalam Al-Quran, di antaranya terkait hadits syafaat yang Anda sebutkan dalam pertanyaan, sesungguhnya syafaat ada beberapa macam. Syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah menyebutkan hal ini dalam kitab Fathul Majid, dan Imam Ibnu al-Qayyim menyebutkan bahwa syafaat ada enam macam:
Pertama: Syafaat Kubra yang tidak diberikan kepada para rasul ulul azmi 'alaihim ash-shalatu wa as-salam namun hanya diperuntukkan bagi Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Beliau bersabda, "Aku yang akan memintakannya". Itu terjadi ketika manusia mendatangi para nabi untuk memohonkan syafaat kepada Allah bagi mereka supaya mereka dimudahkan menghadapi kondisi yang sedang mereka hadapi. Syafaat Kubra ini hanya dikhususkan untuk Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, dan tidak ada seorang pun memilikinya selain beliau.
( Nomor bagian 3; Halaman 473)
Kedua: Syafaat untuk penghuni surga ketika mereka memasukinya. Ini disebutkan oleh Abu Hurairah dalam hadits panjang yang diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim.
Ketiga: Syafaat untuk pelaku maksiat dari umat Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang telah ditetapkan sebagai penghuni neraka disebabkan dosa-dosa mereka. Kemudian beliau memberikan syafaat supaya mereka tidak masuk neraka.
Keempat: Syafaat bagi pelaku maksiat dari ahli tauhid yang masuk neraka dikarenakan dosa-dosa mereka. Hadits-hadits terkait syafaat jenis ini diriwayatkan secara mutawatir dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Ini juga menjadi ijmak seluruh sahabat dan Ahlussunnah, dan mereka membid'ahkan orang-orang yang mengingkarinya, mengumumkannya di setiap tempat dan menyatakan mereka sebagai orang-orang sesat.
Kelima: Syafaat untuk penghuni surga agar ada penambahan pahala dan peningkatan derajat untuk mereka. Tidak ada seorang pun yang menentang hal ini, dan semua ini dikhususkan untuk para pelaku tauhid yang tidak menjadikan selain Allah sebagai penolong dan pelindung sebagaimana dinyatakan dalam firman Allah Ta'ala: Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya (pada hari kiamat), sedang bagi mereka tidak ada seorang pelindung dan pemberi syafa’at pun selain daripada Allah
Keenam: Syafaat beliau untuk sebagian keluarganya yang kafir dan ditetapkan menjadi penghuni neraka supaya siksaanya diringankan, dan ini dikhususkan untuk Abu Thalib saja.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Anggota Wakil Ketua Komite Ketua
Abdullah bin Qu'ud Abdullah bin Ghadyan Abdurrazzaq `Afifi Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya