Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Pertama > Jilid Ketiga: Akidah (3) > Kematian Para Pelaku Maksiat Penghuni Neraka

( Nomor bagian 3; Halaman 477)

Kematian Para Pelaku Maksiat di Dalam Neraka

( Nomor bagian 3; Halaman 478)
Pertanyaan Pertama dari Fatwa Nomor9886
Pertanyaan 1: Apakah Allah mematikan orang yang bermaksiat dari umat ini dengan mati hakiki jika mereka masuk neraka? Apa makna "Mereka tidak merasakan kematian di dalamnya?" Apakah ada hadis yang meriwayatkan masalah itu?
Jawaban 1: A) Orang-orang kafir, orang-orang beriman, dan orang-orang yang bermaksiat tidak akan mati setelah ajal mereka datang di dunia, baik mati secara hakiki maupun bukan hakiki seperti tidur. Namun, orang-orang mukmin yang bermaksiat akan masuk neraka karena dosa mereka sehingga membuat mereka mati. Apabila telah menjadi bara, mereka kemudian diizinkan untuk mendapat syafaat, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis Abu Said al Khudri, dia berkata: Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda, "Adapun penduduk neraka yang merupakan penghuninya, maka mereka tidak mati atau hidup di dalamnya. Namun, orang-orang yang masuk ke dalam neraka karena dosa mereka atau, beliau bersabda, karena kesalahan-kesalahan mereka, maka neraka akan membuat mereka mati. Apabila telah menjadi arang, mereka diizinkan untuk diberi syafaat. Lalu mereka akan dihadirkan secara bergerombol-bergerombol, disebar di sungai-sungai surga, dan dikatakan, "Wahai para penghuni surga, siramkanlah air pada mereka." Mereka pun tumbuh seperti tumbuhnya biji-bijian yang dibawa air sungai." Lalu seseorang yang hadir berkata, "Seakan-akan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dahulu pernah hidup di pedalaman." (HR. Muslim dalam kitab Shahihnya)
( Nomor bagian 3; Halaman 479)
B) Kata Mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya. yang merupakan sebagian ayat dalam surah ad-Dukhan terletak di antara ayat-ayat yang berbicara tentang kenikmatan orang-orang yang bertakwa, yakni firman Allah Ta`ala: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman,(51) (yaitu) di dalam taman-taman dan mata-air-mata-air;(52) mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan,(53) Demikianlah, dan Kami nikahkan mereka dengan bidadari.(54) Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran) .(55) mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka,(56) sebagai karunia dari Tuhanmu. Yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Wakil Ketua Komite Ketua
Abdullah bin Ghadyan Abdurrazzaq `Afifi Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya