Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Kedua > Jilid pertama (akidah) > Memotret > Hukum menggambar benda-benda bernyawa

Pertanyaan ketiga dari fatwa nomor16331
Pertanyaan 3: Apa hukum menggambar? Adakah menggambar yang dibolehkan seperti yang di kantong-kantong, kemasan makanan, dan buku-buku yang
( Nomor bagian 1; Halaman 289)
berisi gambar-gambar orang-orang zaman dahulu yang terdapat dalam buku-buku pelajaran dan literatur-literatur sejarah?
Jawaban 3: Menggambar benda-benda bernyawa adalah haram, dalam bentuk dan cara apapun karena Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi wa Sallam melaknat para penggambar dan memberitahukan bahwa para penggambar mendapat siksa paling pedih pada hari kiamat karena kejahatan dan dosa mereka itu berat. Menggambar hanya diperbolehkan dalam kondisi terpaksa, seperti gambar/foto untuk identitas diri, kartu tanda pengenal, dan paspor. Namun, gambar-gambar yang terdapat pada barang-barang yang dipandang rendah, seperti bantal atau kasur yang ditiduri dan direndahkan, maka pemakaiannya tidak terlarang, berdasarkan hadits dari Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa Nabi -Sallallahu 'alaihi wa sallam- ketika melihat Aisyah memiliki tirai yang bergambar, maka ia merobeknya dan marah, lalu mengatakan, "Sesungguhnya para pemilik gambar seperti ini akan diazab pada hari kiamat, dan dikatakan kepada mereka, "Hidupkan apa yang telah kalian ciptakan!" Aisyah -radhiyallahu 'anha- lalu berkata: saya pun menjadikan tirai itu dua bantal yang digunakan bersandar oleh Nabi. dan berdasarkan hadis-hadis lain yang membahas hal tersebut.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Anggota Anggota Anggota Wakil Ketua Ketua
Bakar Abu Zaid Abdul Aziz Alu asy-Syaikh Shalih al-Fawzan Abdullah bin Ghadyan Abdurrazzaq `Afifi Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya