Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Kedua > Jilid pertama (akidah) > Memotret > Membuat patung wanita untuk tempat pajangan pakaian di toko

Fatwa nomor17759
Alhamdulillah Wahdahu (segala puji hanyalah bagi Allah saja). Shalawat dan salam semoga dilimpahkam kepada Nabi Muhammad yang tidak ada nabi setelahnya, dan selanjutnya:
( Nomor bagian 1; Halaman 298)
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa telah mengkaji pertanyaan yang dilayangkan kepada yang terhormat Mufti Umum, dari yang terhormat Direktur Lembaga Dakwah dan Penyuluhan di Midznab yang diajukan kepada Komite Sekretariat Jenderal Dewan Ulama Senior dengan nomor (675) tanggal 10/2/1416 H. Seorang penanya mengajukan pertanyaan sebagai berikut:
Masalah yang banyak ditanyakan orang, khususnya para pedagang saat ini, adalah apa yang disebut dengan "Manikan," yaitu patung tubuh wanita utuh tanpa kepala yang dijadikan oleh para pemilik tokoh sebagai tempat pemajangan pakaian wanita. Tak pelak lagi, hal itu menimbulkan fitnah para pemuda karena dada dan pusar patung wanita tersebut terlihat jelas. Bagaimana pendapat Anda mengenai hal itu? Apakah pejabat terkait berhak melarang pembuatan patung tersebut? Mohon fatwanya (pendapatnya), semoga Allah memberi (Anda) pahala.
Setelah melakukan pengkajian (terhadap permasalahan yang diajukan), Komite menjawab: Jika masalahnya seperti yang disebutkan, maka pembuatan dan penggunaan patung tubuh wanita tersebut adalah haram karena patung tersebut menimbulkan fitnah, menampilkan seluruh anggota tubuh dan keindahan wanita, dan dapat menjadi perantara kepada penggunaan patung secara utuh. Oleh karena itu, pemajangan patung tubuh wanita seperti ini di toko pakaian harus dilarang.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Anggota Anggota Ketua
Bakar Abu Zaid Abdul Aziz Alu asy-Syaikh Shalih al-Fawzan Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya