Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Kedua > Jilid pertama (akidah) > Memotret > Menghiasi kulit binatang dan menyempurnakan bentuknya

Pertanyaan pertama dari fatwa nomor18621
Pertanyaan 1: Kami tahu bahwa Islam telah mengharamkan patung dan gambar manusia dan binatang tiga dimensi serta gambar yang memiliki bayangan karena sebuah hikmah yang agung, yaitu tidak menandingi ciptaan Allah dan menutup jalan bagi penghambaan terhadap patung-patung dan binatang. Hal itu untuk patung yang terbuat dari batu dan kayu yang dipahat atau patung yang dibuat dengan cetakan khusus.
Namun, apabila seseorang memiliki kulit macan, kulit khimar liar atau domba, yang dihiasi dengan jerami atau kapas lalu dibuatkan kepala dan anggota badan lainnya dengan warna yang sama dengan kulitnya dan diletakkan di jalan masuk rumah atau ruangan tempat duduk sekedar untuk hiasan, apakah hal itu haram atau boleh selama itu bukan pahatan, hasil cetakan atau tidak diagungkan?
Jawaban 1: Benda tersebut haram dibuat karena menyerupai patung dan sia-sia tidak ada gunanya.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Anggota Anggota Wakil Ketua Ketua
Bakar Abu Zaid Shalih al-Fawzan Abdullah bin Ghadyan Abdul Aziz Alu asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya