Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Kedua > Jilid pertama (akidah) > Memotret > Gambar-gambar untuk Menjelaskan Manfaat Makanan

Fatwa Nomor:19855
Segala puji hanya bagi Allah. Salawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad, yang tidak ada nabi setelah beliau. Selanjutnya,
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa telah mengkaji pertanyaan yang diajukan kepada yang terhormat Mufti Umum, dari Direktur Pusat Dakwah dan Bimbingan di Dammam, dengan surat nomor (22/1/1191), tanggal 13/8/1418 H, dan disertai permohonan fatwa yang diajukan oleh yang mulia Direktur Utama Pendidikan Wanita di kawasan timur, yang dilimpahkan kepada Komite Sekretariat Jenderal Dewan Ulama Senior, dengan surat nomor (4744), tanggal 13/8/1418 H. Penanya mengajukan pertanyaan sebagai berikut:
( Nomor bagian 1; Halaman 322)
Saya hendak menyampaikan kepada Anda yang terhormat bahwa kami telah membagikan sejumlah gambar kami peroleh dari departemen Ekonomi Rumah pada Dinas Pengawasan Pendidikan di kantor kami, kepada sebagian syaikh (guru). Gambar-gambar ini berkaitan dengan mata pelajaran Ekonomi Rumah Tangga yang temanya antara lain adalah: Nutrisi; nilai gizi sayur-sayuran dan buah-buahan. Sebagai sarana penjelas, sebagian sekolah membuat gambar sayur-sayuran, lalu menambahkan dua mata, hidung, bibir, dan anggota-anggota tubuh (kedua tangan, kaki, dan terkadang juga pakaian) pada setiap sayuran. Mereka kemudian menambahkan beberapa gerakan untuk memperbarui gambar (menambah inovasi) serta sebagai upaya untuk menarik perhatian. Di samping itu, juga untuk menjelaskan manfaat dan karakteristik sayuran tertentu melalui kerangka umum gambar. Sebagai antisipasi agar tidak terjerumus dalam gambar yang diharamkan, atau menyerupai gambar-gambar yang memiliki nyawa, maka kami berharap Anda berkenan menjelaskan hal itu dengan memberikan fatwa secepatnya.
Setelah mengkaji permasalahan yang diajukan, maka Komite menjawab sebagai berikut:
Desain-desain yang disebutkan, yang meliputi gambar-gambar yang memiliki nyawa, tidak boleh dibuat atau ditetapkan sebagai metode pendidikan di negara Islam. Sebab, gambar-gambar tersebut termasuk dalam keumuman dalil-dalil yang mengharamkan gambar. Di samping itu, ia tidak termasuk hal yang sangat mendesak, baik untuk mengajar maupun untuk memberikan penjelasan. Sebaliknya, ia dapat ditinggalkan, kemudian pada saat yang sama ilmu dan manfaat yang diharapkan tetap dapat diperoleh. Selama berabad-abad umat Islam tidak pernah menggunakan metode seperti itu. Meskipun begitu, mereka telah berhasil menjadi umat yang paling kuat keilmuannya, paling bagus pemahamannya, dan paling sukses dalam menuntut ilmu. Mereka tidak pernah merugi karena tidak menggunakan gambar-gambar dalam proses belajar-mengajar. Jadi, kita tidak boleh membuat apa yang telah diharamkan Allah, yaitu gambar, karena beranggapan bahwa hal itu sangat mendesak, padahal sebenarnya tidak.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Anggota Anggota Wakil Ketua Ketua
Bakar Abu Zaid Shalih al-Fawzan Abdullah bin Ghadyan Abdul Aziz Alu asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya