Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Kedua > Jilid pertama (akidah) > Memotret > Membuat Gambar (Simbolisasi) Pengantin dan Ka'bah

Fatwa nomor:20240
( Nomor bagian 1; Halaman 324)
Pertanyaan: Saya sampaikan kepada Syeikh tentang toko-toko kelontong yang tersebar tidak seperti biasanya. toko-toko itu tidak memperhatikan barang-barang yang diharamkan oleh syariat (untuk dijual), seperti gambar-gambar (simbolisasi), baik gambar pengantin atau gambar bermacam-macam hewan. Akhir-akhir ini mereka menyebarkan gambar-gambar ka'bah; ada yang berbentuk gantungan kunci dan ada yang berbentuk box yang diletakkan di kantor untuk tempat pulpen atau kertas-kertas kecil. Pertanyaannya adalah:
1 - apakah gambar-gambar ini, baik yang berbentuk pengantin atau binatang, diharamkan syariat?
2 - apakah barang-barang yang bergambar ka'bah itu boleh meskipun hal itu merendahkan ka'bah karena orang yang membeli gantungan kunci ini akan memasukkannya ke dalam toilet. Adapun yang berupa box dianggap merendahkan karena menjadi tempat pulpen-pulpen dan lainnya dan boleh jadi orang-orang bodoh akan meminta berkah (bertabaruk) dengan barang-barang itu? karena tidak ada yang membeli barang-barang tersebut, kecuali orang-orang asing yang bukan penduduk negara ini. Ketika saya menasihati mereka, mereka mengatakan kepada saya: kami memiliki cabang-cabang di Mekah dan Jedah. Jika barang-barang tersebut diharamkan, maka toko-toko yang ada di dekat Masjidil Haram pasti dilarang. Saya bingung, apakah gambar ka'bah itu haram atau tidak? Demikian pula dengan gambar kubah hijau Masjid Nabawi. Kedua barang bergambar tersebut dikelilingi air dan bersama air terdapat bolongan-bolongan kecil yang berputar di seputar gambar ka'bah dan kubah hijau.
Jawaban: Pertama, Asal hukum dalam syariat (tentang hal itu) adalah haram menggambar hal-hal yang memiliki roh (bernyawa), berdasarkan dalil-dalil syar'i yang menyebutkan tentang pengharaman gambar-gambar. Namun, gambar-gambar yang tidak memiliki roh (nyawa), seperti pohon, bangunan, dan mobil tidak apa-apa (boleh) digambar dan dijadikan alat bermain.
( Nomor bagian 1; Halaman 325)
Kedua, Tidak boleh membuat gambar ka'bah dan kubah hijau yang ada di atas kuburan Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam atau memperdagangkan kedua barang itu karena membuat (memproduksi), menjual, dan mengedarkannya dapat menjerumus kepada hal-hal terlarang yang harus dijauhi dan semua pintu yang mengarah kepada hal yang terlarang itu harus ditutup.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Anggota Anggota Wakil Ketua Ketua
Bakar Abu Zaid Shalih al-Fawzan Abdullah bin Ghadyan Abdul Aziz Alu asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya