Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Kedua > Jilid Kedua: Akidah > Rasa was-was

( Nomor bagian 2; Halaman 20)

Rasa was-was

Fatwa nomor14084
Pertanyaan: Semenjak beberapa tahun terakhir saya selalu bersegera mengerjakan segala ketaatan kepada Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Kemudian saya ditimpa suatu musibah. Misalnya, setelah saya sebelumnya selalu mengerjakan salat jamaah di masjid, lantas sekarang saya merasa sangat berat sekali untuk mengerjakannya di masjid sejak ada rasa was-was dalam hati dan peraasaan lain, yang saya merasa malu untuk menyebutkannya. Sekarang jiwa saya seolah-olah menjadi dua bagian: jiwa yang baik, yang saya khawatirkan tampak secara lahir saya; dan jiwa lain yang semuanya jelek, yang saya khawatirkan dalam batin saya sehingga saya menjadi orang munafik. Sekarang setiap kali melakukan amalan kecil atau besar, saya selalu disergap rasa was-was, yaitu kenapa kamu lakukan ini tetapi kamu tidak lakukan yang lain. Bahkan, saya berbicara dengan teman dan saya berfikir apa yang ada dalam fikirannya, bukan apa yang ada dalam fikiran saya. Saya tidak mengetahui apakah yang terjadi pada saya merupakan ujian dari Allah, azab dan siksaan dari-Nya yang menutup mata hati saya atau karena penyakit dalam hati yang sudah sejak lama saya derita?
( Nomor bagian 2; Halaman 21)
Saya sudah berusaha pasrah kepada Allah dengan berdoa dan beristighfar agar saya terhindar dari siksa-Nya atas dosa yang saya lakukan atau saya berlindung kepada Allah dari hal tersebut, semoga surat ini yang Allah lebih mengetahui banyak kesalahan dan dosa yang tidak pantas disebutkan. Oleh karena itu, saya meminta maaf kepada Anda dan berharap di akhir jawaban agar Anda berdoa untuk saya. Semoga itu menjadi penyembuh sakit.
Jawaban: Hendaklah Anda berpegang teguh kepada agama Allah Ta'ala dan bersungguh-sungguh untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban dalam Islam, seperti salat dan puasa, melaksanakan ibadah-ibadah sunnah semampu Anda, banyak membaca Al-Quran dengan khusyu' dan tadabur dan mengamalkannya, dan banyak berzikir dan berdoa, khususnya pada waktu-waktu yang mustajab dan akhir malam. Semoga Allah menunjukkan dan melapangkan hati Anda dan memberi ampunan kepada kita semua karena Allah Maha Dekat lagi Maha Mengabulkan.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Wakil Ketua Ketua
Abdullah bin Ghadyan Abdurrazzaq `Afifi Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya