Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Kedua > Jilid Kedua: Akidah > Mempelajari tauhid > Tafsir “La Ilaaha illallah" (tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah) dalam arti Allah satu-satunya pembuat hukum

Pertanyaan keempat dari fatwa nomor17749
Pertanyaan 4: Saya membaca sebuah jawaban dalam majalah Al-Buhuts Al-Islamiyah edisi (33), pada fatwa nomor (9234). Jawaban tersebut mengganjal dalam benak saya, karena menurut saya, susunan kalimat yang dipakai oleh penulis buku -yang ditanyakan tersebut- tidak layak secara adab kepada Allah, dan tidak sopan. walaupun makna yang dimaksudkan baik, dan tidak masalah. Permasalahannya adalah karena penulis menafsirkan kalimat tauhid dalam arti Allah satu-satunya pembuat hukum, dan ini adalah tafsir yang tidak sempurna, karena hal itu bukan maksud utama dari dakwah para nabi dan rasul terhadap umat mereka. Mohon penjelasan tentang fatwa tersebut dan penjelasan kebenarannya.
Jawaban 4: Yang Anda sebutkan dari tafsir Muhammad Quthb dalam kitab tersebut tentang kalimat “La Ilaaha illallah" (tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah) dalam arti Allah satu-satunya pembuat hukum adalah tafsir yang tidak benar. Tafsir yang benar tentang kalimat yang agung itu adalah dengan mengatakan: "Tiada Tuhan selain Allah" yaitu tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah kecuali Allah Subhanahu wa Ta'ala. (Allah) Ta'ala berfirman
( Nomor bagian 2; Halaman 40)
(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah, itulah yang bathil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. Inilah yang ditafsirkan oleh para ulama dahulu dan sekarang. Adapun meyakini Allah sebagai pembuat hukum adalah bagian dari makna laa ilaaha illallah. Semoga Allah menambahkan ilmu dan pemahaman kepada Anda.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Anggota Anggota Ketua
Bakar Abu Zaid Shalih al-Fawzan Abdul Aziz Alu asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya