Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Kedua > Jilid Kedua: Akidah > Mempelajari tauhid > Legalitas seluruh masjid selain tiga masjid (Masjid Haram, Masjid Nabawi dan Masjid Aqsha)

Fatwa nomor18698
( Nomor bagian 2; Halaman 49)
Pertanyaan: Ada sebuah jamaah yang menamakan dirinya dengan "Jamaah al-Muslimin". Saya pernah berdiskusi dengan salah seorang anggotanya, dan saya berbeda pendapat dengannya dalam dua pemikiran dari jamaah tersebut.
Pemikiran yang pertama: pemikiran tentang tawakuf dan tabayun. Jamaah tersebut tidak menghukumi seseorang dengan iman atau kafir hingga mereka berdiskusi dengannya, walaupun orang tersebut sudah melaksanakan semua ibadah dan rukun Islam.
Pemikiran kedua: Anggapan bahwa masjid-masjid yang ada di dunia saat ini, selain tiga masjid (Masjid Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Aqsha) sebagai Masjid Dhirar. Karena itu, mereka tidak melakukan salat di masjid selain tiga masjid tersebut.
Kami mohon Anda berkenan memberikan pencerahan tentang dua pemikiran tersebut, sehingga terlihat jelas yang benar dari yang salah.
Jawaban: Pertama, pemikiran tersebut adalah keliru, karena seorang Muslim pada dasarnya adil dan selamat akidahnya selama tidak melakukan hal yang bertentangan dengan kebenaran akidah tersebut. Nabi shallallahu `alaihi wa sallam telah mencela pembunuhan yang dilakukan oleh Usamah bin Zaid terhadap lelaki yang telah mengucapkan kalimat syahadat karena menduga bahwa dia mengucapkannya karena takut dibunuh. Allah juga berfirman kepadanya Apakah kamu telah membelah hatinya?
Kedua: Semua masjid kaum Muslimin di seluruh dunia adalah masjid yang memiliki kedudukan yang terhormat, dan salat yang dilakukan di dalamnya sah. Masjid-masjid pada zaman Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam, pada masa para khalifah (pengganti) beliau dan pada masa (kekuasaan) Islam berjaya di seluruh dunia,
( Nomor bagian 2; Halaman 50)
kaum Muslimin boleh melakukan salat di dalamnya tanpa ada yang mengingkari hal itu. Allah Ta'ala telah berfirman Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah. Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam bersabda Barangsiapa membangun masjid maka Allah akan membangun untuknya rumah di surga. dan sabdanya yang lain Barangsiapa mendengar panggilan (azan) dan tidak mendatanginya, maka salatnya tidak diterima kecuali ada uzur. Dikatakan kepada Ibnu Abbas, "Apa yang dimaksud dengan uzur itu?" Ibnu Abbas menjawab, "Rasa takut atau sakit". Muslim meriwayatkan dalam kitab Sahihnya bahwa ada seorang lelaki buta berkata,"Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki penunjuk jalan yang dapat mendampingi saya untuk pergi ke masjid, maka apakah ada keringanan bagi saya untuk salat di rumah?" Rasulullah bertanya,“Apakah engkau mendengar azan?” Ia menjawab, ”Ya”. Rasulullah bersabda, ”Penuhilah seruan azan itu.” Hadis-hadis yang berkenaan dengan wajibnya salat di masjid dan penjelasannya cukup banyak dan diketahui.
( Nomor bagian 2; Halaman 51)
Ketiga masjid tersebut merupakan masjid paling utama dan masjid yang pahala salat di dalamnya lebih banyak daripada di masjid lain sehingga didatangi dan dituju dalam rangka melipatkan pahala. Perkataan bahwa salat tidak sah kecuali di ketiga masjid tersebut adalah perkataan yang salah, dan bertentangan dengan al-Quran, as-Sunnah dan ijmak.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Anggota Anggota Wakil Ketua Ketua
Bakar Abu Zaid Shalih al-Fawzan Abdullah bin Ghadyan Abdul Aziz Alu asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya