Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Kedua > Jilid Keempat: Fikih-Bersuci > Hal-hal yang wajib dalam berwudu dan sifatnya > Berurutan dalam berwudu

( Nomor bagian 4; Halaman 91)
Pertanyaan Kedua dari Fatwa Nomor15410
Pertanyaan 2: Seorang mujtahid berpendapat bahwasanya bukan suatu keharusan untuk berwudu secara berurutan sehingga membasuh kaki sebelum tangan atau membasuh kaki sebelum wajah adalah boleh. Dia juga mengatakan bahwa istinja` (bersuci) tidak harus dilakukan jika seseorang tidak kencing sebelumnya. Bahkan setelah bangun tidur ia tidak harus beristinja'. Mohon penjelasan dari Anda agar kami dapat memahami agama kami dengan benar. Semoga Allah memberi taufik kepada Anda.
Jawaban 2: Berurutan dalam berwudu adalah wajib, yaitu mulai dengan membasuh wajah, lalu membasuh kedua tangan hingga kedua siku, lalu mengusap kepala dengan kedua telinga, dan setelah itu membasuh kedua kaki beserta kedua mata kaki. Hal ini sebagaimana disebutkan di dalam ayat Al-Qur'an dan dilakukan oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Nabi bersabda, Aku memulai dengan apa yang dimulai oleh Allah Istinja' (bersuci dari buang air kecil dan buang air besar) bukanlah bagian dari wudu. Namun, ia merupakan salah satu bentuk membersihkan najis yang dilakukan orang setelah buang air kecil atau buang air besar sebelum berwudu. Ketika akan berwudu, seseorang tidak wajib mengulangi istinja'nya walaupun telah dipisahkan oleh waktu yang lama. Setelah tidur, kentut, dan sejenisnya, tidak disyariatkan untuk beristinja'.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Anggota Anggota Wakil Ketua Ketua
Bakar Abu Zaid Shalih al-Fawzan Abdul Aziz Alu asy-Syaikh Abdurrazzaq `Afifi Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya