Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Kedua > Jilid Keempat: Fikih-Bersuci > Hal-hal yang wajib dalam berwudu dan sifatnya > Lupa membasuh sebagian anggota wudu

Pertanyaan ketiga dari fatwa nomor20196
( Nomor bagian 4; Halaman 92)
Pertanyaan 3: Apabila ketika berwudu saya lupa membasuh sebagian kecil dari anggota wudu, misalnya, tetapi saya lalu mengingatnya segera setelah berwudu, apakah saya harus mengulangi wudu saya atau cukup membasuh bagian yang tertinggal tadi?
Jawaban 3: Al-muwaalah (mengerjakan secara berturut-turut) merupakan salah satu syarat sah wudu. Apabila seseorang lupa membasuh salah satu anggota wudunya atau sebagian dari salah satu anggota wudunya walaupun hanya sedikit, dan (teringat) ketika dia masih berwudu atau setelah berwudu tetapi sisa-sisa air di anggota wudunya belum kering, maka dia cukup membasuh anggota wudunya yang terlupa tersebut dan anggota-anggota wudu setelahnya. Jika dia teringat akan hal tersebut setelah sisa air di anggota wudunya telah kering, ketika salat atau setelah melakukan salat, maka dia harus mengulangi wudunya, sebagaimana disyariatkan oleh Allah, dan dia juga harus mengulangi salatnya karena dalam kondisi ini tidak ada muwaalah (berturut-turut) dalam wudunya dan jedanya telah berlangsung lama. Allah Subhanhu wa Ta'ala mewajibkan membasuh seluruh anggota wudu. Barangsiapa tidak membasuh sebagian dari anggota wudunya walaupun sedikit, maka seakan-akan dia tidak membasuh keseluruhannya. Dalil yang menunjukkan hal tersebut ialah hadis riwayat Umar Ibnu al Khaththab radhiyallahu `anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam melihat seorang laki-laki berwudu dan tidak membasuh sebagian dari kakinya sebesar kuku sehingga ia pun menyuruhnya mengulang wudu dan salatnya. Lantas lelaki itu kembali berwudu dan melakukan salat. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam kitab Sunannya. Imam Ahmad dan Abu Dawud meriwayatkannya dengan redaksi yang sama.
( Nomor bagian 4; Halaman 93)
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Wakil Ketua Ketua
Bakar Abu Zaid Abdul Aziz Alu asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya