Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Kedua > Jilid Keempat: Fikih-Bersuci > Mandi > Apakah mani keluar mengharuskan mandi?

Fatwa nomor14504
Pertanyaan: Saya seorang pemuda berusia 27 tahun, telah menikah, dan memiliki empat orang anak. Saya sering mengalami keluar mani sebelum dan setelah buang air kecil atau setelah mandi junub. Saya terkadang menghayalkan tentang jima' dan membayangkan mencium isteri saya saat berada ditempat kerja, dan saat masuk ke kamar kecil saya melihat ada air mani di celana. Saya pun mendatangi dokter spesialis dan ia memberiku obat. Obatnya telah saya minum tetapi penyakit itu tidak sembuh juga. Bagaimanakah hukum salat dan puasa saya?
Jawaban: Puasa Anda tetap sah. Tentang salat, jika air mani Anda keluar disebabkan syahwat, maka Anda wajib mandi walaupun syahwat itu timbul karena menghayalkan sesuatu. Adapun jika air mani keluar bukan disebabkan syahwat, maka hukumnya sama seperti kencing yang hanya membatalkan wudu sehingga Anda wajib beristinja' dan berwudu untuk salat.
( Nomor bagian 4; Halaman 133)
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Wakil Ketua Ketua
Abdullah bin Ghadyan Abdurrazzaq `Afifi Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya