Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Kedua > Jilid Keempat: Fikih-Bersuci > Mandi > Seseorang malu lalu tidak mandi junub dan salat dengan bertayammum

Pertanyaan pertama dari fatwa nomor16855
( Nomor bagian 4; Halaman 149)
Pertanyaan 1: Saya bangun untuk melakukan salat subuh dan mendapati diri saya dalam keadaan junub sedangkan saya masih bujangan dan hidup bersama keluarga saya yang lain. Saya malu pada mereka untuk mandi di subuh hari di rumah yang kecil. Saya pun salat dengan bertayammum dan mengimami mereka. Bagaimana hukum salatku dan salat orang-orang yang ikut padaku?
Jawaban 1: Tidak boleh seorang Muslim salat dalam keadaan junub baik dikarenakan mimpi maupun yang lainnya hingga ia mandi junub berdasarkan firman Allah Ta'ala Dan jika kamu junub maka mandilah Tayamum tidak membuatnya boleh salat sedangkan ada air dan ia mampu menggunakannya. Rasa malu bukanlah alasan yang membolehkan bertayammum. Apa yang Anda lakukan dengan mengimami orang salat dalam keadaan junub adalah sebuah kesalahan besar. Salatmu tidak sah sebab Anda melaksanakannya dalam kondisi Anda tahu bahwa diri Anda tidak suci. Anda wajib bertaubat kepada Allah dan mengulangi salat tersebut. Adapun salat para makmum yang mengikutimu tetap sah jika mereka tidak mengetahuinya kecuali setelah selesai salat.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Anggota Anggota Anggota Ketua
Bakar Abu Zaid Shalih al-Fawzan Abdul Aziz Alu asy-Syaikh Abdullah bin Ghadyan Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya