Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Kedua > Jilid ketujuh: Fikih – Salat (3) > Bid`ah-bid`ah Salat > Doa Istiftah Sebelum Takbiratul Ihram

Pertanyaan ketiga dari fatwa nomor20619
( Nomor bagian 7; Halaman 180)
Pertanyaan 3: Membaca doa istiftah (pembukaan) salat sebelum takbiratul ihram, dan bentuk kalimatnya, "Wajjahtu wajhiya li-lladzi fathara as-samaawati wa al-ardh.... dst (Saya hadapkan wajahku kepada Allah Yang menciptakan langit dan bumi...), hingga akhir doa. Kemudian ia mengucapkan, "Nawaytu ushallii - misalnya - shalaat al-maghribi tsalaatsa raka`aatin li-llaahi ta`aala, imaaman, atau munfaridan, atau mu`tamman" (Saya berniat salat Magrib tiga rakaat karena Allah Ta'ala, sebagai imam, atau sendirian, atau sebagai makmum). setelah itu ia membaca basmalah dengan suara nyaring.
Jawaban 3: Doa istiftah dibaca setelah takbiratul ihram, dan sebelum isti’adzah, basmalah, dan istiftah. Bacaannya sesuai dengan yang diriwayatkan dari Nabi shallallahu `alaihi wa sallam, dan itu terkenal di dalam kitab-kitab hadis sahih. Niat tidak boleh diucapkan; karena niat dilakukan dalam hati, sedangkan mengucapkannya adalah bid`ah, karena tidak ada riwayat tentang hal itu dari Nabi shallallahu `alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallahu `anhum.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Anggota Anggota Wakil Ketua Ketua
Bakar Abu Zaid Shalih al-Fawzan Abdullah bin Ghadyan Abdul Aziz Alu asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya