Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Kedua > Jilid ketujuh: Fikih – Salat (3) > Larangan-larangan dalam salat > Menggunakan alat yang bernama al-Mursyid

( Nomor bagian 7; Halaman 191)
Fatwa nomor20982
Pertanyaan: Sebuah alat yang dinamakan al-Mursyid, digunakan untuk mengetahui arah kiblat dan menyesuaikan jumlah rakaat salat. Alat itu dipasang di sajadah. Apakah boleh menggunakan alat tersebut atau tidak?
Jawaban: Penggunaan alat yang dinamakan al-Mursyid yang dipasang di sajadah, gunanya untuk mengetahui arah kiblat dan menyesuaikan jumlah rakaat salat, hal itu dapat dijelaskan secara rinci:
Alat itu digunakan untuk menentukan arah kiblat, hukumnya boleh, karena sesuatu yang dapat membantu mengetahui arah kiblat dalam hukum agama hal itu diperlukan.
Adapun penggunaannya untuk menyesuaikan jumlah rakaat salat, hal itu adalah mengada-ada dan berlebih-lebihan dalam ibadah yang di dalam Islam ibadah itu didasarkan kepada kemudahan dan kenyamanan. Ketergantungan kepada alat ini di dalam salat dapat memalingkan pikiran dari tujuan salat serta kehadiran hati. Dan itu membuka pintu untuk mengutak-atik rukun besar dan fenomena ritual Islam. Selama yang menjadi cara dan bentuk kerjanya seperti itu, maka meninggalkan alat ini adalah wajib menurut tuntunan agama.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Anggota Anggota Ketua
Bakar Abu Zaid Shalih al-Fawzan Abdullah bin Ghadyan Abdul Aziz bin Abdillah Alu asy-Syaikh



  Sebelumnya     Berikutnya