Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Kedua > Jilid Kesebelas: Jihad dan Bab Komprehensif > Riba dan Penukaran Uang > Letter of Credit yang Berlaku di Bank

Fatwa Nomor21566
( Nomor bagian 11; Halaman 84)
Pertanyaan: Saya meminta Anda yang mulia memberikan fatwa tentang hukum Letter of Credit (L/C) yang berlaku di bank. Letter of Credit (L/C) ini merupakan kontrak antara Bank Saudi dan pedagang Saudi (importir). Bank Saudi akan menyampaikan kepada bank asing tentang keinginan dan kepastian pedagang Saudi untuk membeli barang dari pedagang asing (eksportir). Bank Saudi bertindak sebagai penjamin pedagang Saudi dengan membayar pesanan sebesar 25%, 50%, atau 100% dari nilai L/C, dan bank akan mengenakan biaya 0,25% hingga 1% dari nilai L/C, di samping biaya lain seperti korespondensi, kemudian pelunasan dari pihak pedagang Saudi dilakukan pada waktu yang telah disepakati di mana pihak bank sama sekali tidak mengambil bunga. Jika pun pihak pedagang Saudi terlambat melunasi, Bank Saudi tetap harus membayar kewajiban yang menjadi tanggungan pihak pedagang Saudi tersebut (kepada pedagang asing), karena perlu diketahui bahwa L/C dengan syarat-syaratnya menjamin hak-hak kedua belah pihak (seperti batas waktu penyerahan, pemeriksaan spesifikasi barang dll). Sebagian perusahaan asing (eksportir) mengharuskan membuka L/C untuk dan atas namanya atau transfer semua biaya. Pada poin ini, hak-hak pedagang Saudi (importir) tidak terlindungi jika langsung mentransfer semua biaya atau sebagiannya kepada eksportir.
Pertanyaan: Bolehkah saya membuka L/C dengan ketentuan menyelesaikan pembayaran pada waktu yang ditentukan tanpa terkena bunga sama sekali? Berilah saya fatwa, semoga Allah membalas Anda dengan sebaik-baiknya.
Jawaban: Letter of Credit (L/C) pada dasarnya adalah jaminan (dhaman). Hukum asal akad jaminan itu boleh selama tidak berkaitan dengan hal-hal yang dilarang syarak. Namun realita L/C biasanya tidak lepas dari pelanggaran syariat seperti praktik riba, pengambilan komisi atas jaminan tersebut, atau mengandung praktik akad batil seperti asuransi, penjual menjual barang yang tidak dimilikinya, dan lain sebagainya. Karena itu tidak boleh bertransaksi menggunakan L/C kecuali jika benar-benar tidak ada hal-hal yang melanggar syariat Islam yang suci.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Anggota Anggota Ketua
Bakr Abu Zaid Shalih Al-Fawzan Abdullah bin Ghadyan Abdul Aziz bin Abdillah Alu Asy-Syaikh



  Sebelumnya     Berikutnya