Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Pertama > Jilid Ketujuh: Salat (2) > Perbuatan-perbuatan yang Dimakruhkan dalam Salat karena Menghilangkan Kekhusyukan > Menengadah dan Memejamkan Mata

( Nomor bagian 7; Halaman 20)
Halaman Kosong
( Nomor bagian 7; Halaman 21)

Perbuatan-perbuatan yang Dimakruhkan dalam Salat karena Menghilangkan Kekhusyukan

( Nomor bagian 7; Halaman 22)

1- Menengadah dan Memejamkan Mata

Pertanyaan Keempat dari Fatwa Nomor6895
Pertanyaan 4: Apakah menengadah dalam salat dapat membatalkannya, makruh, atau tidak apa-apa? Demikian juga apa hukum gerakan sedikit dan banyak dalam salat? Apa hukum memberi isyarat dengan tangan dalam salat?
Jawaban 4: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang menengadahkan pandangan ke langit dalam salat, bahkan beliau mengancam pelakunya. Dalam Shahih Bukhari dan lainnya diriwayatkan dari Anas radhiyallahu `anhu dari Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam, bahwasanya beliau bersabda, "Mengapa orang-orang itu menengadahkan pandangannnya ke langit pada waktu salat?" Begitu keras sabda beliau tentang itu sampai-sampai beliau bersabda, 'Mereka hendaknya menghentikan tindakan mereka atau pandangan mereka akan disambar.'" Ini adalah ancaman keras yang menunjukkan keharaman, namun tidak membatalkan salat. Sementara itu, gerakan dalam salat, seperti melakukan gerakan tidak perlu dengan tangan, kaki, jenggot, pakaian atau lainnya, maka itu dilarang, berdasarkan hadits yang diriwayatkan dalam Sunan At-Tirmidzi bahwa Nabi Shallallahu’Alaihi wa Sallam melihat seseorang melakukan tindakan tidak berguna dalam salatnya maka beliau bersabda: Sekiranya hati orang itu khusyuk niscaya khusyuk pula seluruh anggota tubuhnya
( Nomor bagian 7; Halaman 23)
Jika melakukan banyak gerakan yang bukan termasuk gerakan salat dan secara terus-menerus, maka itu dapat membatalkan salat. Memberi isyarat dengan tangan dibolehkan jika dibutuhkan berdasarkan hadits yang diriwayatkan dalam as-Shahihain (Shahih Bukhari dan Muslim) dari hadits Aisyah dan Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma ketika Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam salat bersama para sahabat sambil duduk sewaktu beliau sakit. Mereka berdiri di belakangnya. Lalu, beliau memberi isyarat untuk duduk.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Anggota Wakil Ketua Komite Ketua
Abdullah bin Qu'ud Abdullah bin Ghadyan Abdurrazzaq `Afifi Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya