Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Pertama > Jilid Ketujuh: Salat (2) > Tasbih dan Zikir setelah Salat > Berzikir dengan Menggunakan Biji Tasbih

( Nomor bagian 7; Halaman 111)

Berzikir dengan Menggunakan Biji Tasbih

Pertanyaan Ketujuh dari Fatwa Nomor6460
Pertanyaan 7: Mana yang paling utama, berzikir dengan alat tasbih atau dengan tangan? Bagaimana yang dulu dilakukan oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam?
Jawaban 7: Bertasbih menggunakan tangan itu lebih utama, karena sepengetahuan kami tidak ada keterangan dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bahwa beliau pernah menggunakan alat tasbih. Yang lebih baik tentu mengikuti Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah pernah ditanya mengenai hal ini. Beliau mengatakan bahwa sebagian ulama ada yang memakruhkan berzikir dengan menggunakan alat seperti manik-manik dan lainnya, namun ada pula yang tidak. Menurut saya, apabila niat Anda menggunakan alat tersebut untuk kebaikan, maka itu baik dan tidak makruh. Namun, jika menggunakannya tanpa ada keperluan apa pun atau bahkan untuk dipamerkan kepada orang lain dengan mengalungkannya di leher, menjadikannya sebagai gelang tangan, atau yang semisalnya, maka hal itu dikhawatirkan masuk dalam perbuatan riya. Paling tidak, hal itu memberikan kesan riya dan menyerupai orang-orang yang berbuat riya secara tidak sengaja. Riya dengan sengaja hukumnya haram, sedangkan riya tanpa sengaja minimal hukumnya makruh. Sebab, riya dalam masalah ibadah-ibadah khusus seperti salat, puasa, zikir, dan membaca Al-Quran termasuk dosa yang paling besar. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat(4) (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya(5) Orang-orang yang berbuat riya(6) Dan enggan (menolong dengan) barang berguna dan Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka . Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali
( Nomor bagian 7; Halaman 112)
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu 'Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota AnggotaWakil Ketua Ketua
Abdullah bin Qu'ud Abdullah bin Ghadyan Abdurrazzaq `Afifi Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya