Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Pertama > Jilid Kedua: Akidah (2) > Kewajiban Menggunakan Diksi yang Akurat dan Larangan Menggunakan Diksi yang Multi Tafsir > Kata-kata yang Mengandung Etika Buruk kepada Allah

( Nomor bagian 2; Halaman 158)

Kata-kata Yang Mengandung Etika Buruk kepada Allah

Pertanyaan Kedua dari Fatwa Nomor (9234):

Pertanyaan 2: Saya seorang guru di SMA "Laila". Dalam buku pelajaran Tauhid yang saya baca ada ungkapan yang membuat saya bimbang dan tidak bisa menerimanya. Saya mohon penjelasan tentang kebenaran dan pantasnya kata-kata ini untuk kedudukan Allah sebagai Tuhan semesta alam: Dalam buku pelajaran Tauhid yang ditulis oleh Muhammad Quthb untuk kelas dua SMA pada baris ke 17 di halaman 23 terdapat ungkapan kemudian datanglah Rasul sebagai utusan dari Allah seraya berkata: "Wahai kaumku sembahlah Allah karena tidak ada Tuhan yang layak disembah selain-Nya. Hal inilah yang disampaikan oleh setiap rasul kepada kaumnya. Pada hakekatnya para rasul menyerukan untuk mengembalikan kekuasaan dalam hal pembuatan syariat bagi manusia, penetapan hukum halal dan haram serta yang boleh dan yang tidak kepada Allah sebagai pemilik hak yang sesungguhnya." Dan dalam buku pelajaran Tauhid untuk kelas tiga karangan penulis yang sama, di tiga baris terakhir pada halaman 82 beliau menyebutkan: "Mengembalikan kekuasaan yang dirampas dalam hal penghambaan diri manusia kepada pemilik sesungguhnya yaitu Allah Subhanu wa Ta'ala Tuhan semesta alam". Saya tidak tahu cara menyikapi ini, apakah ini boleh atau tidak, saya mohon penjelasannya
( Nomor bagian 2; Halaman 159)
Jawaban 2: Dari segi makna kami tidak meihat adanya kesalahan namun gaya bahasanya mengesankan etika buruk terhadap Allah karena tidak ada seorang pun yang bisa merebut hak Allah secara paksa akan tetapi Dialah yang Maha Kuasa terhadap semua hamba-Nya, namun seseorang yang berbuat syirik dan berhukum dengan sesuatu yang tidak diturunkan Allah telah melanggar hukum Allah dan menentang syariat-Nya.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Anggota Wakil Ketua Komite Ketua
Abdullah bin Qu'ud Abdullah bin Ghadyan Abdurrazzaq `Afifi Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya