Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Pertama > Jilid Kedua: Akidah (2) > Kewajiban Menggunakan Diksi yang Akurat dan Larangan Menggunakan Diksi yang Multi Tafsir > Hukum Mengatakan "Allah Mengetahuinya" dan "Semoga Allah Tidak Mengizinkan-Nya"

( Nomor bagian 2; Halaman 163)

Hukum Mengatakan "Allah Mengetahuinya" dan "Semoga Allah Tidak Mengizinkan-Nya"

Pertanyaan Pertama dari Fatwa Nomor:10751

Pertanyaan 1: Apa hukum mengucapkan kalimat berikut ini: "Allah mengetahuinya", "Semoga Allah tidak mengizinkannya terjadi", "Semoga Allah tidak menghendakinya terjadi", "Itu kehendak Allah", dan "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui"?
Jawaban 1: Kalimat "Allah mengetahuinya" itu boleh saja kalau memang diucapkan dengan jujur. Ungkapan "Semoga Allah tidak mengizinkannya terjadi", "Semoga Allah tidak menghendakinya terjadi", juga boleh diucapkan jika yang dimaksud adalah memohon perlindungan dari hal-hal yang membahayakan. Kalimat "itu kehendak Allah" juga tidak mengapa jika dia ingin mengatakan bahwa penyakit dan kefakiran yang menimpa adalah kehendak Allah. Sementara itu, kalimat "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui" hanya boleh diucapkan ketika Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam masih hidup. Adapun setelah beliau wafat, maka ucapkanlah "Allah Maha Mengetahui", karena setelah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam wafat, beliau tidak lagi mengetahui apa yang terjadi.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Wakil Ketua Komite Ketua
Abdullah bin Ghadyan Abdurrazzaq `Afifi Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya