Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Pertama > Jilid Keenam Belas: Temuan, Wakaf, Wasiat, Warisan dan Memerdekakan Budak > Bagaimanakah hukum budak abad belakangan ini, yang tidak diambil dari perang jihad? Apakah mereka dianggap budak atau tidak? Apakah harta budak wajib dizakati? Siapakah yang wajib membayar zakatnya? Dia atau tuannya?

Pertanyaan Keempat dari Fatwa Nomor(5726)
Pertanyaan 4: Bagaimanakah hukum budak abad belakangan ini, yang tidak diambil dari perang jihad? Apakah mereka dianggap budak atau tidak? Apakah harta budak wajib dizakati? Siapakah yang wajib membayar zakatnya? Dia atau tuannya? Apakah zakat itu dapat diberikan kepada seorang budak, jika dia miskin? Mohon beri kami penjelasan yang komprehensif. Wassalam.
( Nomor bagian 16; Halaman 575)
Jawaban 4: Pertama: Orang yang ditawan dalam perang Islam atau dilahirkan dari ibu yang juga ditawan dalam peperangan Islam – jika dia tidak memiliki tuan, maka dia adalah budak yang boleh dijual oleh pemiliknya atau dipekerjakan tanpa upah. Tuan pemilik budak perempuan juga boleh menggaulinya tanpa akad nikah atau mahar.
Kedua: Budak laki-laki atau perempuan yang dimiliki secara syar’i, tidak wajib mengeluarkan zakat atas harta yang dimilikinya. Sebab, dia dan seluruh hartanya adalah milik tuannya.
Ketiga: Zakat tidak boleh diberikan kepada budak, baik laki-laki maupun perempuan. Sebab, kebutuhan keduanya telah dicukupi oleh tuannya. Namun, jika keduanya fakir dan kebutuhannya tidak dicukupi oleh tuannya, keduanya boleh diberi zakat.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Anggota Wakil Ketua Ketua
Abdullah bin Qu'ud Abdullah bin Ghadyan Abdurrazzaq `Afifi Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya