Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Pertama > Volume XIX (Nikah 2) > Jatah bergilir antara sejumlah isteri > Jika khawatir istri melakukan sesuatu, apakah boleh tidak bermalam di rumahnya?

Fatwa nomor10686
Pertanyaan: Saya menikahi seorang perempuan sejak 25 tahun yang lalu, dan dikaruniai beberapa anak perempuan dan laki-laki. Semuanya telah menikah kecuali anak laki-laki yang terakhir, dan sekarang dalam proses untuk menikah -Insya Allah-. Selama ini, kehidupan saya dengan istri penuh dengan kesedihan, tidak pernah merasakan kebahagiaan sebagaimana yang dirasakan oleh para suami dengan istri-istri mereka, hingga apa yang dikehendaki seorang suami kepada istrinya hal itu tidak saya dapatkan. Kemudian saya menikah lagi dan mendapatkan ketenangan -berkat karunia Allah- Saya berlaku adil kepada kedua istri semampu saya, dalam masalah makanan, minuman, tempat tinggal dan bermalam.
( Nomor bagian 19; Halaman 197)
Pada suatu hari setelah pernikahan saya dengan istri kedua, saya berada di rumah istri lama lalu dia menghidangkan segelas susu namun saya enggan meminumnya. Saya ambil segelas susu tersebut darinya lalu saya berikan kepada salah seorang anak saya yang sedang duduk di samping saya. Ketika dia melihat gelas minuman tersebut saya berikan kepada anaknya agar diminum, dia ambil gelas itu dari tangan anaknya dengan kuat dan dia tidak ingin anaknya meminumnya. Lalu saya mengetahui bahwa dia telah menaruh sesuatu dalam gelas minuman tersebut, mungkin sihir atau racun. Lantas saya marah dan ingin memukulnya, lalu anak saya berdiri di depan saya dan meminta agar saya tidak memukulnya demi menghargai perasaan mereka. Mereka berkata: "Allah yang akan membalas perbuatan yang ia lakukan." Setelah kejadian itu saya tidak pernah lagi tidur, makan dan minum bersamanya, khawatir akan kejahatannya, namun saya tetap memenuhi kebutuhannya seperti makan, minum dan pakaian. Saya tidak ingin mentalaknya karena kedua orang tuanya sudah meninggal dan tidak memiliki saudara, serta menghargai anak-anak saya. Pertanyaannya adalah, apakah saya berdosa jika tidak pernah tidur, makan dan minum bersamanya? Dia berusia 60 tahun dan tidak ada lagi keinginan untuk jimak.
Jawaban: Jika memang kenyataannya sebagaimana yang telah Anda sebutkan maka diperbolehkan bagi Anda untuk tidak tidur di rumahnya juga makan dan minum bersamanya untuk menjaga diri Anda.
( Nomor bagian 19; Halaman 198)
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Wakil Ketua Ketua
Abdullah bin Ghadyan Abdurrazzaq `Afifi Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya