Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Pertama > Volume XIX (Nikah 2) > Jatah bergilir antara sejumlah isteri > Apakah salat malam bisa dijadikan sebagai alasan isteri untuk menolak berhubungan intim

( Nomor bagian 19; Halaman 241)
Fatwa Nomor:21188
Pertanyaan: Seorang istri jika diminta oleh suaminya untuk berhubungan intim berhakkah dia menolak karena alasan apa saja, seperti salat malam dan bertasbih? Istri bilang, "Saya ingin salat sepanjang malam dan bertasbih". Apakah ini dibolehkan?
Jawaban: Hal ini bukan uzur (halangan), karena hak suami hukumnya wajib dipenuhi, sedangkan salat malam dan bertasbih hukumnya sunah. Yang wajib harus didahulukan daripada sunah, berdasarkan hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Apabila seorang lelaki mengajak istrinya ke kasurnya untuk berhubungan suami-istri namun istrinya menolak, lalu lelaki tersebut melewati malam itu dalam keadaan marah terhadapnya, maka para malaikat melaknat istrinya itu hingga pagi hari". Muttafaqun 'Alaih. Dan dalam riwayat lain, "Sampai dia kembali (ke tempat tidur suaminya)". Wabillahittaufiq, wa Shallallahu 'Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Anggota Wakil Ketua Ketua
Bakar Abu Zaid Shalih al-Fawzan Abdullah bin Ghadyan Abdul Aziz bin Abdillah Alu asy-Syaikh



  Sebelumnya     Berikutnya