Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Pertama > Volume XIX (Nikah 2) > Jatah bergilir antara sejumlah isteri > Istri Meminta Uang Sebagai Syarat untuk Kembali ke Rumah Suami

Pertanyaan Keempat dari Fatwa Nomor16863
Pertanyaan 4: Kesalahpahaman terjadi antara seorang istri dan suaminya. Istri pun mengambil haknya dan pergi ke rumah orang tuanya. Dia kemudian mengajukan syarat kepada suaminya dan berkata, "Aku tidak akan kembali ke rumahmu sampai kamu membelikan aku ini dan ini." Apakah suaminya harus menuruti permintaan istrinya itu? Bagaimana pendapat agama tentang perkataan seperti itu dan yang sejenisnya?
Jawaban 4: Pada dasarnya, pernikahan adalah hubungan yang baik antara suami dan istri.
( Nomor bagian 19; Halaman 252)
Allah Ta'ala berfirman, dan bergaullah dengan mereka secara patut Allah Ta'ala juga berfirman, Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf Seorang istri tidak boleh menyimpang dari konsekuensi akad nikah, seperti prinsip pergaulan (pelayanan) yang baik dan ketataan, kecuali karena ada alasan syar'i yang membolehkan istri melakukan penyimpangan tersebut. Jika dia membangkang dan tidak mau taat kepada suaminya tanpa sebab syar'i serta tidak mau kembali ke rumah suaminya kecuali suaminya mau membelikan sesuatu yang dimintanya, ini termasuk tindakan yang merugikan suami dan tidak boleh dilakukan. Masing-masing pasangan hendaknya berusaha semaksimal mungkin untuk bersikap baik kepada pasangannya, berusaha untuk menciptakan keharmonisan dan keutuhan rumah tangga, dan menghentikan perselisihan. Jika keduanya sudah tidak mungkin menyatukan presepsi lagi, maka solusinya adalah pengadilan. Insya Allah, penjelasan ini sudah cukup. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Anggota Anggota Ketua
Bakar bin Abdullah Abu Zaid Abdul Aziz bin Abdillah Alu asy-Syaikh Shalih bin Fawzan al-Fawzan Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya