Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Pertama > Volume XIX (Nikah 2) > Adab-adab Berhubungan Seksual > Suami Tidak Mau Berhubungan Intim dengan Istrinya pada Hari-hari Tertentu dalam Seminggu

Fatwa Nomor:14226
Pertanyaan: Apabila Jumat dan Senin adalah hari yang disucikan, maka apa yang harus dilakukan seseorang muslim yang memiliki kewajiban berhubungan intim dengan istrinya? Apakah dia wajib untuk tidak menyentuhnya beberapa hari dalam seminggu?
Jawaban: Pertama, Jumat merupakan hari raya bagi kaum muslimin. Pada hari itu seorang muslim dianjurkan untuk mandi, bersuci, memakai minyak wangi, mengenakan dua potong pakaian yang bersih, dan datang ke masjid lebih awal untuk menunaikan salat Jumat. Dalam sebuah hadits, Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Seseorang yang mandi dan bersuci semampunya pada hari Jumat, memakai minyak rambut, mengoleskan wewangian dari rumahnya, (kemudian pergi menuju masjid dan) tidak memisahkan antara dua orang, mengerjakan salat sesuai dengan kewajiban yang telah ditentukan baginya, dan diam (mendengarkan dengan seksama) ketika imam berkhutbah, maka sungguh Allah mengampuni dosanya antara hari Jumat tersebut dengan Jumat lainnya (menghapus dosanya selama seminggu)."
( Nomor bagian 19; Halaman 359)
Kedua, Senin merupakan salah satu hari yang paling afdal dalam seminggu. Pada hari itu, amal ibadah seorang mukmin diangkat menuju Allah Ta'ala. Oleh karena itu dianjurkan berpuasa pada hari Senin. Ketiga, seorang suami wajib memenuhi kebutuhan batin istrinya sesuai kemampuan. Dalam seminggu, tidak ada hari yang terlarang bagi seorang suami untuk berhubungan badan dengan istrinya, apabila tidak sedang haid, nifas, atau sedang berpuasa wajib. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Wakil Ketua Ketua
Abdullah bin Ghadyan Abdurrazzaq `Afifi Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya