Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Pertama > Jilid Ketiga: Akidah (3) > Kembalinya Roh ke Dunia

( Nomor bagian 3; Halaman 124)
Halaman Kosong
( Nomor bagian 3; Halaman 125)

Kembalinya Roh ke Dunia

( Nomor bagian 3; Halaman 126)
Fatwa Nomor4495
Pertanyaan: Saya pernah membaca kitab "al-Qaul al-Jali fi Hukmi at-Tawassul bi an-Nabi wa al-Wali" karya as-Silafi Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Abdussalam Khidhir. Buku ini telah direvisi dan diberi tambahan beberapa catatan kaki (penjelasan) oleh Syaikh Ismail al-Anshari, kemudian diterbitkan oleh Lembaga Riset Ilmiah, Fatwa dan Dakwah di Kerajaan Arab Saudi. Pada halaman 12 sebagaimana yang telah diriwayatkan Ibnu Abi ad-Dunya dengan sanadnya dari Tsabit dari Anas yang menuturkan bahwa mereka datang ke rumah salah seorang dari Kaum Anshar yang sedang sakit keras. Mereka tetap berada di rumahnya hingga dia meninggal, lalu mereka tutup dengan kainnya. Setelah itu, Anas buka penutup wajahnya, lalu mereka tetap berada di rumahnya sampai mereka makan bersamanya. Bagaimana pendapat Anda tentang peristiwa tersebut dan apakah mungkin roh kembali ke dunia karena doa seorang wali? Mohon penjelasan secara terperinci tentang masalah ini berdasarkan Al-Quran dan Sunnah. Semoga Allah memberi kita semua taufik dan membimbing langkah kita serta menjadikan kehidupan akhirat Anda lebih baik dari kehidupan dunia?
( Nomor bagian 3; Halaman 127)
Jawaban: Pertama, kami tidak menemukan dasar dari kisah ini, dan kalaupun kisah ini benar, bisa dikatakan bahwa (bisa jadi) menurut pengetahuan mereka ia telah meninggal, padahal sebenarnya dia belum meninggal dan ini bisa saja terjadi kepada seseorang yang menderita sakit koma misalnya, akan tetapi rohnya belum keluar (dari jasadnya) sehingga dia tidak bergerak beberapa saat, kemudian setelah itu dia bergerak, sehingga sebagian orang mengira bahwa dia kembali hidup setelah meninggal padahal sebenarnya dia belum meningal.
Kedua, kembalinya roh seseorang ke jasadnya setelah meninggal kemungkinan bisa terjadi dengan kehendak Allah azza wa jalla, tetapi untuk menentukan apakah hal itu benar-benar terjadi membutuhkan dalil.
Ketiga, ada ayat dalam Al-Quran yang menunjukkan bahwa kembalinya roh ke jasad setelah meninggal terjadi karena hikmah yang dikehendaki oleh Allah ta`ala, seperti kisah yang terjadi pada orang yang terbunuh dari Bani Israel, Allah ta'ala berfirman: Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan.(72) Lalu Kami berfirman: "Pukullah mayat itu dengan sebagian anggota sapi betina itu!" Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati seperti juga kembalinya roh Uzair dan keledainya setelah seratus tahun meninggal, Allah ta'ala berfirman: Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: "Berapa lama kamu tinggal di sini?" Ia menjawab: "Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari". Allah berfirman: "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah; dan lihatlah keledaimu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikanmu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging". Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: "Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu".
( Nomor bagian 3; Halaman 128)
Contoh yang lain, Allah mengembalikan roh burung sebagaimana dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, perlihatkanlah padaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati". Allah berfirman: "Belum yakinkah kamu?". Ibrahim menjawab: "Aku telah meyakininya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku)". Allah berfirman: "(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cingcanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): "Lalu letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera". Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Anggota Wakil Ketua Komite Ketua
Abdullah bin Qu'ud Abdullah bin Ghadyan Abdurrazzaq `Afifi Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya