Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Pertama > Jilid Ketujuh: Salat (2) > Salat Sunnah

Pertanyaan Kedua dari Fatwa Nomor: 6755
Pertanyaan 2: Apakah salat witir hukumnya wajib, dan apakah orang yang melaksanakannya tidak teratur (satu hari melakukan dan di lain hari tidak menunaikannya) akan mendapat dosa?
Jawaban 2: Salat witir hukumnya sunah muakadah (sunah yang sangat dianjurkan), yang sebaiknya dijaga keteraturannya oleh seorang mukmin. Tidak ada hukuman bagi orang yang mengerjakannya secara tidak teratur. Akan tetapi, sangat dianjurkan untuk menjaga salat witir sampai-sampai disyariatkan untuk menggantinya pada siang hari dengan rakaat genap jika terlewat salat witir di malam hari, karena Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam melakukannya. Telah diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa dia berkata, "Apabila Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tidak salat witir karena ketiduran atau sakit, beliau salat dua belas rakaat di siang harinya." (HR. Muslim dalam kitab Shahih-nya). Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam biasanya salat malam sebanyak sebelas rakaat,
( Nomor bagian 7; Halaman 173)
dengan mengucapkan salam setiap dua rakaat, kemudian witir satu kali. Jika beliau tidak melaksanakannya karena tertidur atau sakit, maka beliau salat di siang hari sebanyak dua belas rakaat, sebagaimana yang disebutkan oleh Aisyah radhiyallahu 'anha. Dengan demikian, jika kebiasaan seorang mukmin salat lima rakaat di waktu malam, kemudian tertidur atau terjadi sesuatu yang melalaikannya dari salat malam dan witir, maka dianjurkan baginya untuk salat di siang hari sebanyak enam rakaat dengan salam di setiap dua rakaat. Begitu juga orang yang biasanya salat tiga rakaat, maka dia salat empat rakaat dengan dua salam. Jika kebiasaan salatnya adalah tujuh rakaat, maka dia menunaikan delapan rakaat dengan salam di setiap dua rakaat.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu 'ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Anggota Wakil Ketua Ketua
Abdullah bin Qu'ud Abdullah bin Ghadyan Abdurrazzaq Afifi Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya