Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Pertama > Jilid Ketujuh: Salat (2) > Perbuatan-perbuatan yang Dimakruhkan dalam Salat karena Menghilangkan Kekhusyukan > Menoleh Saat Salat

3- Menoleh Saat Salat

Pertanyaan Pertama dari Fatwa Nomor8092
Pertanyaan 1: Pernah suatu ketika saya salat di Masjidil Haram, Makkah. Di sisi saya ada seorang lelaki Afrika. Setelah melakukan takbiratul ihram ia menengok ke kanan dan ke kiri tapi ia terus melanjutkan salatnya tanpa mengulangi takbiratul ihram. Ketika kami menyelesaikan salat, saya berkata padanya, “Kamu harus mengulangi salatmu karena kamu telah membatalkannya dengan menengok.” Ia berkata, “Apa dalilmu?” Saya berkata, “Saya tidak memiliki dalil. Tapi mari ikut kepada syaikh.” Ia menjawab, “Saya tidak meragukan ibadah saya. Pergilah!” Apa hukum masalah ini? Dan, apa dalilnya?
( Nomor bagian 7; Halaman 27)
Jawaban 1: Terdapat larangan menoleh dalam salat. Itu merupakan bentuk pencurian yang dilakukan setan dalam salat seseorang. Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dengan sanadnya dari Aisyah radhiyallahu `anha, ia berkata, Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam tentang menoleh dalam salat, kemudian beliau menjawab, "Itu adalah pencurian yang dilakukan setan dari salat seorang hamba." Dari sini dapat disimpulkan bahwa menoleh dalam salat hukumnya makruh dan dapat membatalkan pahalanya. Tetapi seseorang yang menoleh dalam salat tidak wajib mengulangi salatnya, karena di dalam riwayat shahih lainnya dijelaskan tentang kebolehan menoleh jika memang diperlukan. Dengan demikian dapat diketahui bahwa menoleh tidak membatalkan salat.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Wakil Ketua Komite Ketua
Abdullah bin Ghadyan Abdurrazzaq `Afifi Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya