Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Pertama > Jilid Ketujuh: Salat (2) > Bershalawat kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam > Bacaan-bacaan Shalawat kepada Nabi

( Nomor bagian 7; Halaman 61)

Bershalawat kepada Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam

( Nomor bagian 7; Halaman 62)

Pertanyaan Ketujuh dari Fatwa Nomor8864

Pertanyaan 7: Apakah doa-doa yang sesuai dengan Al-Quran dan Sunnah yang wajib kita baca sebelum dan sesudah mengucapkan salam?
Jawaban 7: Abu Hurairah radhiyallahu `anhu meriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam yang bersabda, Jika kalian membaca tasyahud, maka berlindunglah dari empat hal, yaitu dengan mengucapkan: "Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari siksa Jahanam, siksa kubur, fitnah kehidupan dan kematian, serta dari buruknya fitnah al-Masih ad-Dajjal." Redaksi hadits ini dari Muslim yang ditulis dalam kitab "Masajid", bab "Ma Yusta`adzu minhu fi ash-Shalah" (Hal-hal yang Diperintahkan untuk Berlindung darinya Ketika Salat)". Ini sesuai dengan Bukhari pada redaksi istiazah, tetapi tidak menyebutkan tasyahud. Ditulis dalam kitab "Janaiz", bab "Ta`wud min `Adzabil Qabri (Berlindung dari Siksa Kubur)". Dalam riwayat Abu Dawud: Apabila salah seorang dari kalian telah selesai membaca tasyahhud akhir, maka hendaknya berlindung kepada Allah dari empat hal ....lalu menyebutkan empat hal tersebut, ditulis dalam kitab "Salat", bab "Ma Yaqulu ba`da at-Tasyahud (Doa yang Harus Dibaca Setelah Tasyahud)." Namun, ada tambahan redaksi dari an-Nasa'i Kemudian hendaklah ia berdoa untuk dirinya menurut yang dikehendakinya Disebutkan oleh an-Nasa'i dalam kitab "As-Sahwi", bab "Nau`un Akhar min at-Ta`awuz fi ash-Shalah (Macam-macam Taawuz dalam Salat)".
Ada riwayat lain dari Abdullah bin Mas`ud radhiyallahu `anhu yang berkata,
( Nomor bagian 7; Halaman 63)
Bahwasanya Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam mengajarkan mereka doa sesudah tasyahud, yaitu: "Allaahumma `ala-l-khair allif Quluuba-naa wa ashlih dzaata bayni-naa wa-hdinaa subula-s-salaam wa najji-naa mina-dh-dhulumaati ila-n-nuur wa jannib-na-l-fawaahisy wa-l-fitan maa Zhahara min-ha wa-maa bathan wa baarik la-naa fii asmaa`i-naa wa abshaari-naa wa quluibi-naa wa azwaaji-naa wa dzurriyyaati-naa wa tub `alay-naa inna-ka anta-t-tawwabu-r-rahiim wa-j`al-naa syaakiriin li-ni`mati-ka mutsniina bi-haa `alay-ka qaabilii-ha wa atamma-ha `alay-naa (Ya Allah! Lunakkanlah hati kami kepada kebaikan. Perbaikilah urusan di antara kami. Berikanlah kami petunjuk kepada jalan-jalan keselamatan. Selamatkanlah kami dari kegelapan menuju cahaya. Jauhkanlah kami dari perbuatan keji dan cobaan, baik yang nampak maupun tersembunyi. Berkahilah pendengaran, penglihatan, jiwa-jiwa, istri-istri dan anak keturunan kami, serta terimalah taubat kami, karena sungguh Engkaulah yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Jadikanlah kami orang-orang yang bersyukur dan menerima atas nikmat-Mu seraya memuji-Mu, dan sempurnakanlah nikmat itu kepada kami)"
Disebutkan oleh Abu Dawud dalam kitab "Salat"; bab "At-Tasyahud". Hadits ini diriwayatkan juga oleh Hakim dalam "Mustadrak" dengan dua sanad dan dishahihkan serta disetujui oleh adz-Dzahabi.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Anggota Wakil Ketua Komite Ketua
Abdullah bin Qu'ud Abdullah bin Ghadyan Abdurrazzaq `Afifi Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya