Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Pertama > Jilid Ketujuh: Salat (2) > Salam Ketika Salat > Salam Hukumnya Wajib

( Nomor bagian 7; Halaman 67)

Salam Ketika Salat

( Nomor bagian 7; Halaman 68)
Pertanyaan Ketiga dari Fatwa Nomor2294
Pertanyaan 3: Apa hukumnya mengucapkan salam ketika (mengakhiri) salat dengan lafaz "Assalamu`alaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh" atau "Assalamu ’Alaikum" sekali saja?
Jawaban 3: Pertama, mengucapkan salam hukumnya fardhu (wajib). Hal ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi wa Sallam, "Dan tahlilnya (saat dihalalkannya berbuat sesuatu setelah salat) adalah mengucapkan salam." (HR. Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah). At-Tirmidzi berkomentar bahwa hadits ini paling shahih dan paling hasan dalam masalah ini. Hal ini juga berdasarkan hadits yang panjang dari Aisyah radhiyallahu `anha yang menyebutkan, "Nabi mengakhiri salat dengan mengucapkan salam." (HR. Muslim dalam kitab Shahihnya).
Kedua, mengucapkan salam (sambil menoleh) ke kanan dan ke kiri adalah sesuai dengan perbuatan Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam setiap salat. Lima perawi (Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa'i, dan Ibnu Majah) -yang dianggap sebagai hadits shahih oleh at-Tirmidzi- meriwayatkan dari Ibnu Mas`ud radhiyallahu `anhu, Bahwasanya Nabi Shallallhu `Alaihi wa Sallam mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri: "Assalamu`alaikum wa Rahmatullah, Assalamu`alaikum wa Rahmatullah" sehingga pipi beliau terlihat putih. `Amir bin Sa`d meriwayatkan dari ayahnya yang berkata,
( Nomor bagian 7; Halaman 69)
"Aku melihat Nabi Shallallahu `Alahi wa Sallam mengucapkan salam (sambil menoleh) ke kanan dan ke kiri sehingga pipi beliau yang putih terlihat."
(HR. Ahmad, Muslim, an-Nasa'i dan Ibnu Majah).
Dua hadits di atas dan hadits lain yang semakna menjadi dalil bagi ulama yang berpendapat bahwa mengucapkan salam dua kali adalah diperintahkan (wajib). Asy-Syaukani berkata bahwa pendapat inilah yang benar berdasarkan beberapa hadits shahih dan hasan yang menyebutkan bahwa mengucapkan salam adalah dua kali dan ada tambahan lafadnya. Berbeda dengan beberapa hadits yang menyebutkan bahwa mengucapkan salam hanya sekali, di samping jumlah haditsnya yang sedikit juga karena dhaif, sehingga tidak bisa dijadikan sebagai dalil. Walaupun derajat hadits ini shahih tetap tidak bisa dijadikan dalil karena bertentangan dengan hadits yang menyebutkan dua kali salam.
Ketiga, sifat salam (yang benar) ialah dengan mengucapkan "Assalamu`alaikum wa Rahmatullah" berdasarkan hadits di atas. Dan berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shahihnya dari Jabir bin Samrah radhiyallahu `anhu yang berkata, "Dulu apabila kami salat bersama Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam kami mengucapkan: "Assalaamu `alai-kum wa rahmatu-llaah, assalaamu`alai-kum wa rahmatu-llaah, dan beliau memberikan isyarat dengan tangannya ke dua sisi." Abu Dawud juga meriwayatkan dalam kitab "Sunan Abu Dawud" dari Wa'il bin Hajar radhiyallahu `anhu yang berkata, "Aku salat bersama Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam. Beliau mengucapkan salam (sambil menoleh) ke kanan: 'Assalamu`alaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh', dan ke kiri: 'Assalamu`alaikum wa Rahmatullah'." Al-Hafiz Ibnu Hajar berkata dalam kitab "Bulughul Maram" bahwa sanadnya sahih. Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam terkadang mengucapkan salam seperti dalam hadits di atas, tetapi kebanyakan hanya mengucapkan "Assalamu`alaikum Warahmatullah" untuk mengkompromikan dari beberapa hadits yang menyebutkan hal ini.
( Nomor bagian 7; Halaman 70)
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Ketua
Abdullah bin Ghadyan Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya