Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Pertama > Jilid Ketujuh: Salat (2) > Tasbih dan Zikir setelah Salat > Membaca Ayat Kursi dan Mu’awwidzatain (An-Naas dan Al-Falaq) setelah Salat

( Nomor bagian 7; Halaman 108)

Membaca Ayat Kursi dan al-Mu’awwidzatain setelah Salat

Pertanyaan Ketiga dan Keempat dari Fatwa Nomor4209
Pertanyaan 3: Saya pernah mendengar Anda menganjurkan untuk membaca ayat kursi, surat al-Ikhlas, dan al-Mu'awwadzatain. Jumlah bacaannya masing-masing sebanyak tiga kali. Pertanyaan saya, apakah membacanya setelah keluar dari masjid atau saat masih di dalam masjid, dan apakah sebelum salat sunah atau setelahnya?
Jawaban 3: Dianjurkan membaca ayat kursi, surat al-Ikhlas, dan al-Mu'awwadzatain. Semuanya dibaca dengan lirih dan dilantunkan setelah membaca zikir selepas salat. Landasan hukumnya adalah hadits riwayat an-Nasa'i dan dinilai shahih oleh Ibn Hibban, dari Abu Umamah Iyas bin Tsa`labah al-Haritsi al-Anshari al-Khazraji yang mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Orang yang membaca ayat Kursi setiap selesai salat wajib, maka dia tidak terhalang masuk surga, (jika pun sekarang belum masuk surga) hanya karena (belum datang) kematiannya." Ada pula hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan ulama lainnya, dari Abu Umamah dan beberapa perawi lain, "Ayat kursi dibaca dengan sirr (pelan) setiap selesai salat." Hadits ini dinilai shahih dalam kitab al-Mukhtarah. Dalam riwayat al-Thabrani terdapat tambahan riwayat yaitu Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa". . Ibnu Qayyim berpendapat bahwa hadits ini bersumber dari banyak jalur, yang semuanya menunjukan amalan ini memiliki landasan dalil. Terdapat juga hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa'i, dan lainnya, dari `Uqbah bin `Amir radhiyallahu 'anhu, dia berkata
( Nomor bagian 7; Halaman 109)
"Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menyuruhku membaca al-Mu`awwidzatain (surat al-Falaq dan surat an-Naas) setiap selesai salat."
Dalam riwayat Abu Dawud terdapat redaksi, "bi al-Mu`awwidzat (dengan surat-surat untuk mohon perlindungan)."

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Anggota Ketua
Abdullah bin Qu'ud Abdullah bin Ghadyan Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya