Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Pertama > Jilid Ketujuh: Salat (2) > Menjadi Imam > Menjadi Makmum dari Imam yang Meyakini Aqidah Hulul (Kemenyatuan Tuhan dengan Makhluk)

Menjadi Makmum dari Imam yang Meyakini Aqidah Hulul (Kemenyatuan Tuhan dengan Makhluk)

Fatwa Nomor6825
Pertanyaan: Di desa ini terdapat sebuah masjid yang lantainya dilapisi dengan permadani. Jamaah masjid tersebut mencapai sekitar lima ratus muslim. Akan tetapi, sangat disayangkan imam masjid ini meyakini aqidah yang rusak dan keyakinan tentang hulul. Dia meyakini bahwa Allah ada di semua tempat. Terdapat banyak khurafat dan bid`ah yang dilakukan di dalam masjid tersebut yang membuat saya tidak betah untuk berdiam diri. Akhirnya, saya berdiskusi dengan imam masjid tersebut. Saya sampaikan kepadanya berbagai dalil dan bukti bahwa Allah bersemayam di atas `Arsy-Nya, tanpa ada penggambaran tentang caranya dan tanpa ada penyamaan dengan makhluk-Nya. Saya menggunakan dalil-dalil berikut ini: Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, (Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas `Arsy.
( Nomor bagian 7; Halaman 365)
Saya juga menyebutkan kisah terjadinya Isra' dan Mi`raj. Saya sampaikan pula hadis tentang budak wanita yang ditanya oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam (tentang di mana Allah berada). Saya bacakan pula firman Allah Subhanahu wa Ta'ala, Kepada-Nyalah perkataan-perkataan yang baik naik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya Namun, dia tetap tidak mau menerima argumen-argumen yang saya lontarkan. Dia tetap bersikeras dengan aqidahnya. Perlu saya sampaikan bahwa terdapat masjid lain di desa saya, namun di dalamnya juga terdapat berbagai khurafat dan bid`ah yang sama. Pertanyaan saya adalah; apakah saya boleh menjadi makmum bagi imam tersebut ataukah tidak, sedangkan saya ingin melakukan salat berjamaah?
Jawaban: Mereka adalah orang-orang kafir. Tidak boleh menjadi makmum bagi mereka sebab salatnya tidak sah.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam

Komisi Penelitian Ilmiah dan Penerbitan Fatwa

AnggotaWakil Ketua Ketua
Abdullah bin Qu'ud Abdurrazzaq `Afifi Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya