Membuka Berdasarkan Nomor Jilid > Kumpulan Pertama > Jilid Ketujuh: Salat (2) > Menjadi Imam > Hukum Makmum yang Berdiri di Depan Imam

Makmum yang Berdiri di Depan Imam

Pertanyaan Pertama dari Fatwa Nomor5936
Pertanyaan 1: Apakah boleh seorang imam berdiri di belakang jamaah, dan jamaah berada di depannya, lalu ia memimpin mereka salat?
( Nomor bagian 7; Halaman 416)
Jawaban 1: Menurut sunnah, hendaklah makmum itu berdiri di belakang imam. Jika para makmum berdiri di depan imam, maka hal itu tidak benar, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam, Imam itu dijadikan semata-mata untuk diikuti Karena riwayat yang kita dapatkan dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ketika beliau menjadi imam salat bahwa beliau berdiri di depan makmum. Para makmum berdiri di belakangnya. Begitulah yang dikatakan oleh Abu Hanifah, Syafi`i, dan Ahmad. Ibnu `Abdil Bar menyebutkan dari Imam Malik bahwasanya makruh hukumnya seorang makmum berdiri di depan imam, namun ia tidak perlu mengulang salatnya jika sudah selesai mengerjakannya. Diriwayatkan juga dari Imam Malik bahwa jika makmum tersebut salat di depan imamnya tanpa satu keperluan yang mendesak, maka hendaklah dia mengulangi salatnya. Pendapat yang benar adalah pendapat mayoritas ulama bahwa tidak sah salat makmum yang berdiri di depan imam, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam, Salatlah kalian sebagaimana kalian melihat saya salat
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota AnggotaWakil Ketua Ketua
Abdullah bin Qu'ud Abdullah bin Ghadyan Abdurrazzaq `Afifi Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



  Sebelumnya     Berikutnya